“MANIK GESING SINUNGSANG” Drama Gong dari Taman Bali

Drama gong tradisi Jala Pramana, Banjar Jelekungkang, Desa Taman Bali, Bangli, di kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, serangkaian Pesta Kesenian Bali ke-48, Kamis, 9 Juli 2026.
Drama berjudul “MANIK GESING SINUNGSANG”, mengisahkan intrik kekuasaan, cinta, dan pengkhianatan yang berlatar Kerajaan Surya Kencana, Pasraman Ampel Gading, dan Kerajaan
Tangguwisia. Raja Surya Kencana, Jaya Ninggrat, seorang raja yang tidak memiliki istri (Nyukla Brahmacari) berencana menobatkan
adiknya kelak, Raden Jaya Winangun, sebagai raja setelah menyelesaikan pendidikan dan menemukan pendamping hidupnya. Ada usulan dari Patih Durmuka (Patih Agung) agar Raden Jaya Winangun menikahi seorang putri yang sederajat, tapi usulan itu
dibantah oleh Patih Jayengrana (Patih Werda). Patih Jayengrana berpendapat biarkan Raden Jaya Winangun memilih pendamping hidupnya sendiri sesuai pilihan hatinya.
Selanjutnya Raden Jaya Winangun pergi kembali menuntut ilmu ke Pasraman Ampel Gading. Di pasraman Ampel Gading, Raden Jaya Winangun menjalin hubungan cinta dengan seorang sisya yang sederhana namun berbudi luhur bernama Gusti Ayu Kesuma Sari.
Namun, di balik ketenangan kerajaan Surya Kencana, Patih Durmuka menyimpan ambisi besar untuk menguasai Surya Kencana. Ia bersekongkol dengan Raden Prabangkara dari Kerajaan Tangguwisia. Gusti Ayu Kesuma Sari diculik dan dipaksa menikah dengan Raden Prabangkara. Dalam pengejarannya, Raden Jaya
Winangun menghadapi berbagai rintangan, termasuk tipu daya liku Diah Purbaningrum. Di tengah perjalanan, terungkap bahwa Gusti Ayu Kesuma Sari sebenarnya adalah putri Kerajaan Candra Buana, bukan anak kandung Patih Jayengrana.
Sementara itu, Patih Durmuka berhasil mengkudeta Surya Kencana dan memenjarakan Raja Surya Kencana. Selanjutnya berkat saran Patih Jayengrana, Raden Jaya Winangun disuruh ke Kerajaan Tangguwisia untuk menyelamatkan Gusti Ayu Kesuma Sari, sedangkan Raja Surya Kencana akan diselamatkan oleh Patih
Jayengrana.
Puncak cerita terjadi di Tangguwisia, terjadilah pertempuran sengit antara Raden Jaya Winangun melawan Raden Prabangkara yang dibantu Patih Durmuka, mereka berhasil mengalahkan Raden Jaya Winangun. Kemudian dengan bantuan Patih Jayengrana, serta kekuatan Pusaka Kerajaan Surya Kencana dan MANIK GESING SINUNGSANG, keadilan akhirnya ditegakkan. Raden Prabangkara dan Patih Durmuka dapat dikalahkan, Gusti Ayu Kesuma Sari diselamatkan, dan tatanan kerajaan kembali pulih. (*)