Komisioner KPID Bali Gus Yogi menghadiri Agenda undangan Workshop yang diadakan KPAD

Komisioner KPID Bali Gus de Yogi menghadiri Agenda undangan Workshop Pencegahan, Penanganan dan Reintegrasi Anak Terpapar Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme, yang diadakan KPAD Bali, Kamis, 11 Desember 2025.
Adapun maksud dan tujuan dari work shop ini adalah :
1. Agar masyarakat memahami adanya fenomena Anak Terpapar Paham intoleransi,
radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.
2. Membangun kesadaran dan kepedulian komponen masyarakat terhadap lingkungan
dan situasi tumbuh kembang anak agar anak tidak terpapar paham intoleransi,
radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.
3. Merumuskan upaya Pencegahan, Penanganan dan Reintegrasi Sosial Anak Terpapar
Paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.Mungkin gambar satu orang atau lebih, janggut, mimbar dan teksMungkin gambar tabel dan pencahayaanMungkin gambar teks yang menyatakan 'ANALISIS PELAKU BOM SMAN 72 JAKARTA UTARA FAKTOR BROKEN HOME ULLYING TERPAPAR MEDSOS GENRE KEKERASAN INDIKASI KEKERASAN TIDAK BERBASIS IDEOLOGI AGAMA DUGAANP PALING KUAT SALD BAR DAN NIHILISME (EYAKINAN), KEYAKINAN HANYA DIGUNAKAN SEBAGAI JUSTIFIKASI KEKERASAN DUGAAN PALING KUAT PELAKU DIKA TEGORIKAN "MEMETIC VILENCE ATAU "COPYCAT" SMAN 72 2 Jakarta Utara. Kapoiri PastikanSenjtayangDibawaPultu Pastikan Senjata yang Dibawa Pelaku Mainan PAKAIAN, HINGGA KEBAISAAN TOKOH YANG DIKAGUMI (MIRRORING) Nasa'