KEMBALI GELAR EVALUASI DENGAR PENDAPAT, KPID DORONG NET.BALI SERIUS GARAP KONTEN LOKAL

Suasana Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) PT. Alam Bali Semesta Televisi bertempat di Ruang Rapat KPID Bali

Kamis (06/02/2020) KPID Bali menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bertempat di Ruang Rapat KPID Bali yang beralamat di Jalan Cok Agung Tresna, No. 65, Denpasar. Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran ini merupakan agenda rutin yang harus dilakukan Lembaga Penyiaran setahun sebelum Izin Penyelenggaraan Penyiaran berakhir. Kegiatan EDP ini bertujuan untuk kembali mengevaluasi apa yang telah dilakukan oleh Lembaga Penyiaran selama bersiaran. Kali ini, Lembaga Penyiaran yang melakukan Evaluasi Dengar Pendapat adalah PT. Alam Bali Semesta Televisi (NET.Bali).

Selain menjadi media untuk melakukan evaluasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan masukan yang konsruktif oleh pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya. Beberapa pihak yang diundang oleh KPID Bali dalam kegiatan ini adalah Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali yang dihadiri oleh Made Raka Suwarna, Majelis Desa Adat Provinsi Bali yang dihadiri oleh Agus Astapa, akademisi yang bergerak dibidang penyiaran Ni Made Ras Amanda, Balai Monitoring SFR Kelas I Denpasar yang dihadiri langsung oleh KaBalmon Supriadi dan perwakilan dari pemerintah IBM Sutresna dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali. Adapun Komisioner yang hadir diantaranya: I Made Sunarsa, SE (Ketua), I Gusti Ngurah Murthana, ST (Wakil Ketua), I Wayan Sudiarsa, ST., M.Kom (Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran), Anak Agung Gede Rai Sahadewa, SH., MH (Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Siaran), I Nyoman Karta Widnyana, SH., Ni Wayan Yudiartini, SE (Anggota Bidang Kelembagaan) dan Ni Putu Mirayanthi Utami, SH (Anggota Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Siaran).

Dalam presentasinya yang langsung disampaikan oleh Azwan Syahril selaku Direktur Utama PT. Alam Bali Semesta Televisi, disampaikan bahwa segala sesuatunya sudah kami rencanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku, selain itu kami juga bertekad untuk menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan daerah. “Semua rencana yang kami sampaikan sudah kami sesuaikan dengan regulasi yang berlaku hari ini, selain itu kami NET.Bali juga akan siap mendukung segala bentuk pembangunan daerah khususnya di provinsi Bali” tutur Azwan Syahril dalam presentasinya.

Hal ini mendapat tanggapan yang baik dari seluruh panelis yang hadir salah satunya dari Akademisi yang mengatakan bahwa NET.Bali merupakan salah satu televisi yang memiliki kualitas siaran yang baik dibandingkan dengan telvisi-televisi yang lain. Selain itu, hal yang ditekankan oleh Amanda yang juga merupakan dosen di Universitas Udayana ini mengharapkan agar jajaran NET.Bali serius dalam memproduksi siaran konten lokal, karena walaupun NET.Bali sudah memenuhi presentase 10% minimal konten lokal tetapi untuk kualitas kontennya masih belum maksimal. “Sejauh saya mengamati siaran dari NET.Bali saya hanya menemukan satu siaran konten lokal yang positif membicarakan tentang tradisi dan segala aspek produksinya dibuat oleh sumber daya lokal. Kalau memang NET.Bali menemukan kendala dalam hal tersebut, di Bali sangat banyak SDM yang siap untuk membantu dalam menggarap konten lokal bahkan kami pun siap membantu” ujar Amanda yang juga bagian dari tim pengamatan indeks kualitas penyiaran.

Sebagai Lembaga Negara yang berpedoman pada Undang-Undang dalam menjalankan tugas, KPID Bali mengapresiasi komitmen NET.Bali yang setelah beberapa kali mendapatkan sanksi dan memberikan klarifikasi terhadap indikasi pelanggaran yang dilakukan telah menjadi Lembaga Penyiaran ke arah yang lebih baik lagi. Selain itu, pihak KPID Bali menyambut komitmen NET.Bali untuk menjadi mitra bagi pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun daerah. Tetapi KPID Bali tetap menekankan NET.Bali sebagai TV SSJ bisa lebih serius dalam menayangkan konten lokal dan sesuai dengan presentase minimal 10%.

“Kami sudah melakukan berbagai kegiatan terkait dengan konten lokal ini. Tahun lalu kami sudah mengundang seniman dan production house untuk mengisi kekosongan konten lokal. Terkait dengan usulan panelis, nanti kami akan memfasilitasi pertemuan antara Production House, Lembaga Penyiaran Televisi dan juga KPID Bali untuk membuat Mou terkait dengan produksi konten lokal.” Tegas I Made Sunarsa.

Foto bersama KPID Bali, Panelis dan NET.Bali di depan Ruang KPID Bali

Acara yang berlangsung selama 3 jam ini diakhiri dengan closing statement dari masing-masing pihak dan acara wajib yaitu foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *