Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan tampil di Kertha Sabha, Denpasar membawa lakon “Basur”. Teater yang dibina Jero Arum ini menampilkan cerita seorang anak laki yang menyukai seorang perempuan, tetapi cintanya ditolak. Lalu sang ayah, Gede Basur, tidak terima penolakan itu dan membalas dendam dengan membuat sang perempuan sakit. Beruntung ada balian yang berhasil mengobati, sampai akhirnya Gede Basur meninggal dunia.
Penampilan kedua kalinya setelah sebelumnya sempat dipentaskan di Art Centre, Denpasar, saat Bulan Bahasa Bali Februari lalu, tetap menarik menonton. Bahkan, Ibu Ni Putu Putri Suastini yang menjadi penasihat Teater Jineng, menyatakan: “Meski sudah dua kali menonton, tetapi tetap enak ditonton.” Pada kesempatan itu, Ibu Putri Koster juga mengajak pegiat teater untuk bersiap nanti mengisi panggung di Pusat Kebudayaan Bali Klungkung, dan bukan sekadar menjadi penonton. Ibu Koster juga mengajak teater mengisi program-program sastra di Lembaga Penyiaran baik TV maupun radio, yang dikoordinasikan KPID Bali.
Jero Arum mengatakan, keberadaan Teater Jineng tetap eksis hingga saat ini, guna menjawab pertanyaan Ibu Putri Koster beberapa waktu lalu, kalau di Tabanan masih ada teater yang berkualitas. Apalagi, sesungguhnya Tabanan banyak melahirkan seniman teater berkelas seperti Putu Wijaya dan Bawa Samar Gantang. Atas dukungan semua pihak, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan bertekad untuk terus berkarya.
Turut pula hadir menyaksikan pementasan Basur ini, Ketua KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Bali Agus Astapa beserta para Komisioner KPID Bali, pegiat teater seperti Teater Bingin, Teater Agustus, Teater Selem Putih, Teater Mini serta masyarakat umum lainnya. (*)
