DBFD Maret 2026 Digelar, Omzet Tembus Rp 18,8 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026, Dekranasda Provinsi Bali pimpinan Ibu Ni Putu Putri Suastini menggelar Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) Maret 2026, di gedung Kciraarnawa, Taman Budaya Denpasar. Kali ini menampilkan peragaan busana dari 4 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Propinsi Bali yakni BPKAD, UPBJ, Dinas Pertanian dan RS Bali Mandara. Mereka menampilkan busana-busana karya para perajin IKM (Industri Kecil dan Menengah) yang sedang berpameran di pameran IKM Bali Bangkit Art Centre.

Mungkin gambar satu orang atau lebihMungkin gambar teksMungkin gambar satu orang atau lebihMungkin gambar satu orang atau lebih dan teksMungkin gambar mimbarMungkin gambar biolaMungkin gambar satu orang atau lebih, pencahayaan dan teks

DBFD digelar rutin tiap bulan melibatkan para OPD lingkungan Pemprop Bali, sehingga diharapkan menimbulkan multiplier effect, yakni peningkatan perekonomian masyarakat, terutama para perajin IKM. Hal ini terbukti dari digelarnya DBFD, sejak periode kedua kepemimpinan Gubernur Bali Bapak Wayan Koster, omzet penjualan telah mencapai Rp 18,8 Miliar lebih hingga Maret 2026. Menurut Ibu Putri Koster, omzet penjualan ini akan terus meningkat karena pameran masih berlangsung hingga 2030. “Mungkin hanya di Bali satu-satunya pameran yang berlangsung beberapa tahun hingga 2030, karena pameran biasanya maksimal digelar seminggu,” ujarnya, seraya menyatakan para peserta pameran tinggal memproduksi produk berkualitas, karena mereka tidak perlu membayar sewa tempat. Hal ini sebagai komitmen dan program Pemprop Bali, guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama industri kain Bali. Saat ini, kain endek/tenun Bali sedang tidak baik-baik saja. Kegiatan ini tidak saja dilakukan saat periode kedua Gubernur Koster, tetapi sudah dilakukan Dekranasda Bali sejak periode pertama lalu.
DBFD Maret 2026 disaksikan masyarakat termasuk Ketua KPID Bali Agus Astapa beserta Komisioner KPID Bali lainnya. (*)